Populasi ulat bulu meledak di Pulau Jawa.  Hal ini tentu membuat warga masyarakat merasa terganggu dengan munculnya ulat bulu dimana-mana. Banyak pihak dibuat kebingungan oleh fenomena ini.


Mengapa hal itu bisa terjadi?  Ini menimbulkan berbagai pertanyaan di lingkungan masyarakat kita.

Saya sendiri akan mencoba menjelaskannya sebisa yang saya mampu

Salah satu penyebab utama mengapa ulat bulu ini meledak di sebagian Pulau Jawa adalah berkurangnya predator atau musuh alami mereka. Predator dan musuh ulat bulu itu adalah burung (pipit, kutilang, prenjak, dan lain-lain). Burung-burung itu kini populasinya makin sedikit karena ditangkap manusia untuk diperjualbelikan. Di samping itu, hutan yang merupakan habitat burung-burung tersebut banyak yang telah ditebang (gundul).  Selain burung-burung, musuh ulat bulu berikutnya adalah serangga. Nasib serangga pun menyedihkan karena banyak yang mati terkena pestisida. Dan “musuh”alaminya yang paling dahsyat adalah perubahan cuaca akibat naiknya suhu bumi atau biasa kita sebut dengan globalwarming. Kekacauan iklim ini ikut mendorong pertumbuhan populasi ulat bulu yang sangat cepat sehingga tidak terkendali. Tanda-tanda tersebut menunjukkan adanya gangguan ekosistem yakni, hilangnya keseimbangan alami dalam lingkungan hidup. Kondisi lingkungan seperti itulah yang dapat menyebabkan populasi ulat bulu tersebut terus bertumbuh.


Peningkatan populasi ulat bulu juga terkait dengan rantai makanan yang tidak seimbang. Kemungkinan di tempat asal ulat bulu tersebut faktor ketersediaan makanannya kurang sehingga menyebabkan ulat bulu ini ber-migrasi ke tempat yang lebih mendukung kehidupannya.  Menurut sumber yang saya baca, ketersediaan Inang (makanan) seperti daun mangga, daun jambu, daun cemara dan lain-lainnya menyebabkan perkembangbiakan ulat bulu menjadi lebih cepat. Kurangnya ketersediaan makanan membuat ulat bulu ini pergi berkeliaran mencari makanannya di tempat-tempat yang baru sehingga saat mereka menemukan inangnya maka disitulah ulat bulu itu menetap dan berkembang-biak.

Itulah sekian dari penjelasan dari saya “kenapa populasi ulat bulu bisa meledak” …

Apabila ada kritik dan saran, saya terbuka untuk menerimanya